RORULUN, Wertamrian, Kepulauan Tanimbar – Suasana SMP Negeri Wertamrian Rorulun, Kecamatan Wertamrian, Kabupaten Kepulauan Tanimbar memanas di tahun sebelumnya kepsek di copot karena kasus Korupsi anggaran sekolah.
Puluhan orang tua murid menggelar aksi demonstrasi di depan gerbang sekolah. Mereka menuntut pertanggungjawaban mantan Kepala Sekolah SMP Wertamrian Rorulun atas berbagai persoalan yang terjadi selama masa kepemimpinannya.
Dalam aksi tersebut, para orang tua murid membentangkan spanduk dan menyampaikan orasi secara bergantian. Mereka menilai selama dipimpin oleh mantan Kepsek tersebut, kondisi sekolah tidak mengalami kemajuan dan diduga ada yang tidak beres dalam pengelolaan sekolah.
“Kami orang tua murid sudah resah lama. Anak-anak kami sekolah tapi fasilitas tidak layak, buku tidak jelas, dana PIP dan BOS tidak transparan. Kami datang hari ini minta mantan Kepsek bertanggung jawab,” teriak salah satu orator aksi, yang merupakan perwakilan orang tua murid.
Beberapa poin tuntutan orang tua murid dalam aksi demo tersebut antara lain:
1. Transparansi Dana BOS: Orang tua meminta mantan Kepsek membuka secara transparan penggunaan Dana BOS selama beberapa tahun terakhir.
2. Fasilitas Sekolah: Kondisi ruang kelas, WC siswa, dan perpustakaan yang dinilai tidak terawat dan rusak selama kepemimpinan mantan Kepsek.
3. Kejelasan Dana PIP Siswa: Sejumlah orang tua mengaku belum menerima dana Program Indonesia Pintar (PIP) untuk anak mereka.
Aksi demo ini sempat membuat kegiatan belajar mengajar (KBM) terganggu. Aparat dari Polsek Wertamrian dan Babinsa turun ke lokasi untuk mengamankan jalannya aksi agar tetap kondusif dan damai.
Kepala Desa Rorulun yang turut hadir di lokasi mencoba menenangkan massa dan meminta agar persoalan ini diselesaikan secara musyawarah.
“Kami sudah terima aspirasi orang tua. Kami akan teruskan ke Dinas Pendidikan Kepulauan Tanimbar dan kepada Bupati kabupaten Kepulauan Tanimbar Kami minta mantan Kepsek dipanggil untuk klarifikasi,” ujar Kades Rorulun.
Hingga berita ini diturunkan, mantan Kepala Sekolah SMP Wertamrian Rorulun belum berhasil dikonfirmasi terkait aksi demo tersebut. Pihak Dinas Pendidikan Kepulauan Tanimbar diharapkan segera turun tangan menyelesaikan konflik ini demi kenyamanan anak-anak dalam belajar.
Aksi demo berakhir dengan damai setelah orang tua murid membubarkan diri dengan tertib.
Dinas pendididkan kabupaten kepulauan Tanimbar sengaja membiarkan Mantan kepala sekolah agar dia Korupsi terus di sekolah yang dia pimpinan utk itu penegak Hukum agar sesegera mungkin memeriksa kepsek dan Dinas Pendidikan dalam kasus Korupsi di dua Kepsek tersebut agar hukum itu bisah di Tegakan di NKRI. (Sw)









